Situ Gunung (the title cant be completed)

IMG_20160810_124514_resized

Gembira itu sederhana. Doc.Pribadi

Di Sukabumi selain Bodogol, Ton’s Farm, dan Halimun, nambah lagi koleksianku yaitu Situ Gunung. Lokasi ini masih satu area dengan Gunung Gede Pangrango dengan ketinggian kira2 900 mdpl. Jadi kalo para penyasar pernah ke Cibodas (satu dari sekian pintu masuk ke Gunung Gede Pangrango), nah ……

Pelajari medan dengan membaca peta Situ Gunung. Doc.pribadi

Pelajari medan dengan membaca peta Situ Gunung. Doc.pribadi

Situ Gunung ini sisi lain dari kaki Gunung Gede. Situ Gunung ini ternyata bukan wilayah conservasi, tapi vegetasinya hampir mirip dengan yang ada di Bodogol, tapi variansinya besaran di Bodogol deh keknya. Aku hanya sempet observasi di tracking jalur wisata (masuk dari pintu camp Harendong trus naik ke atas pas di pertigaan kalo belok kanan ke arah Curug Sawer kalo ke kiri ke arah Danau Cimaracun). Jarak yang aku tempuh sepertiya enggak sampe 2 km. Ini site-map di area Situ Gunung.

 

Curug Sawer, aernya sedingin es... bbbrrr. Doc.pribadi

Curug Sawer, aernya sedingin es… bbbrrr. Doc.pribadi

Akses untuk menuju Situ Gunung juga relatif mudah jika dibandingkan ke Bodogol, atau Ton’s Farm atau Halimun, Karena ada angkot yang langsung menuju ke pintu gerbang Situ Gunung. Biaya masuk untuk sekali kunjungan Rp18.500 (sebenernya aku bingung deh dengan tarifnya, soalnya aku hanya dimintai Rp13.500, nah.. pas ke danau maupun ke curug enggak dimintai retribusi lagi- atau jangan2 udah dibayarin oleh rombongan yaa… ^_^ hehehe.. entah). Oke, bagaimana jika dianggap biaya masuk Situ Gunung Rp13.500 dan masuk objek Danau Rp18.500, siapkan saja dana sebesar Rp32.000.

Sedangkan untuk menginap atau nge-camp dikenai tarip dari puluhan ribu hingga ratusan bahkan kalo pas ada event tertentu bisa mencapai jutaan rupiah.

Tenda permanen yang (kelihatannya) nyaman banget. Tanah Kita Camping Ground. Doc.pribadi

Tenda permanen yang (kelihatannya) nyaman banget. Tanah Kita Camping Ground. Doc.pribadi

Biaya ngecamp di are camping ground adalah Rp40.000 per orang per malam. Sedangkan biaya camp di Tanah Kita Rp550.000 per orang per malam. Jika ada event khusus, misalkan tanggal 9 – 11 September pas ada event RRREC Fest di Tanah Kita Camping ground bisa mencapai jutaan rupiah per orang per malam. Paling murah pas ada event itu cukup dengan merogoh gaji Rp700.000 untuk ngecamp di area camping ground atau neg-host di rumah penduduk. Hmm… penasaran sama acara ini. Namun jangan khawatir, penyasar akan mendapatkan fasilitas lux selama event  tersebut. Selain itu, hmm… cukup komersil rupanya.

Sepertinya dua objek yang telah disebutkan di atas (danau Cimaracun dan curug Sawer merupakan lokasi favorit buat hanya sekedar One day trip to Situ Gunung. Sayangnya, jika berkunjung ke Danau Cimaracun selama musim kemarau kurang memuaskan, karena volu

Camping ground Harendong. Doc.pribadi

Camping ground Harendong. Doc.pribadi

me air tidak maksimal. Tetapi suasana yang ditawarkan oleh danau Cimaracun cukup mempesona. Hanya sekedar ingin kontemplasi 5 menit saja di tepi danau buka mata lebar-lebar hirup udara segar yang terbebas dari polusi asap knalpot (sayangnya enggak bisa bebas dari polusi asap rokok), menikmati sensasi pemandangan pohon cemara dan pantulannya di atas permukaan danau. Mirip banget ma Alaska … hahahahaha… ini super lebay.

Apa saja yang bisa dilakukan di danau ini(?), selain kontemplasi, bisa maen rakit, atau bercengkerama dengan kawan atau keluarga di tepian danau. Abang penyewa matras siap menyewakan matrasnya (biaya main rakit dan sewa matras terlewatkan untuk di survei, namun yang jelas tidak akan semahal ngopi di Cafe Batavia– eits… jauh amat perbandingannya).

Setelah puas di danau, perjalanan bisa dilanjutkan dengan trekking menuju curug Sawer. Hanya butuh waktu enggak lebih dari 30 s.d 40 menit untuk sampai di lokasi. Ambil jalur belakang saja lebih seru (dari arah danau ambil kiri lewatin kamar mandi umum), jalan setapak yang sengaja dibuat cukup lebar dan aman, jadi buat para penyasar yang sedang belajar trekking– medan ini direkomendasikan. Takjub aku melihat curug Sawer, airnya buuuersiiih (secara kasat mata) dan bening dan bbrrrr…. ceeesss… sedingin air es. Ada candaan dari kami,

+ “kenapa air terjun ini dingin?”- jawabannya

– “karena diatas ada balok es” salaaaah…. lalu?!.

+ “karena di atas ada frisernya….”

hahahahha… baiklah.

20160807_085731_resized

Can you imagine that you will find Gooojeeeeeg in the middle of forest. Crab!!.. Doc.pribadi

Catatan:

[tak banyak anggota rombongan yang dapat aku perkenalkan pada momen jalan-jalan kali ini. Semoga lain waktu, penjelajah bisa bercerita lebih banyak tentang mereka]

~Salam hangat dari penjelajah~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation