siapa yang bodoh, Siapa?

people

Wajah pelajar yang ceria

(Postinganku dari blog lama Mei 2007, dalam rangkan menyambut Hari Pendidikan Nasional-potingan kali ini aku tambahkan dengan sebuah foto “ceria” yang merepresentasikan wajah-wajah bahagia pelajar SD, namun bergulirnya waktu apakah wajah-wajah itu akan segembira itu?!)
Pulang sekolah iseng aku mampir warnet dulu, soalnya seharian ini aku gak OL– speedy sedang ERROR– … maksud seeeh cuma mo ngecek YM sapa tau ada yang ninggalin message ke aku, humph… gak ada. ngecek email. eh ada email ini dari tante aku (dulu temen aku, namanya Endah Retnowati)– kapan-kapan aku mo cerita tentang kita (zUbe dan Endah) yang kata mas Muhiddin¬†seperti Bung Karno-Bung Hatta…xixixixixixi aya’aya wae.

isi email ini gak aku potong sedikitpun: aku kutip tanpa ijin (tapi udah ngomong) apa adanya:

aku mau sharing, ini gara2 tadi aku chating ama dosen di uny (temen sendiri).kenapa sih kebanyakan orang selalu menganggap education adalah bidang yg gampang? jadi guru itu gampang. mengambil kebijakan pendidikan itu mudah.emang sih ga perlu integral rangkap tiga atau turunan berlapis-lapis. dianggep ilmu yg cuma baca buku dan nulis pasti udah bisa langsung mengerti.tidak cukup itu saja,

sodara-sodara.coba renungkan, kalo pendidikan adalah bidang yg mudah, kenapa sistem pendidikan di dunia ini tidak pernah ajeg. apalagi di indo, pendidikannya kacau, complicated.coba renungkan, kalo matematika itu sulit, kenapa teorema bisa bertahun berabad-abad, rumus-rumus bisa bertahan dg ajeg dan sistem keilmuan matematika juga stabil?belajar ttg pendidikan, tidak cuma baca dan nulis. menurunkan sebuah teorema (untuk mengibaratkan menurunkan sebuah kebijakan) di bidang pendidikan, dibutuhkan keterlibatan variabel yg tidak hanya dua atau tiga. bahkan variabel dummy pun seringkali dimunculkan. tingkat ketidak pastian variabel di dunia pendidikan bahkan lebih tinggi dari pada variabel-variabel di ilmu pasti (matematika, fisika, teknik).

seorang ahli pendidikan yg pengalamannya selaut-pun tidak akan pernah bisa menurunkan presisi 99% (seperti di ilmu pasti). paling banter kepastian yg bisa diberikan adl 95%, itupun dengan kontrol variabel yg ketat.aku jadi benci ama orang-orang ilmu murni (khususnya yg menganggap ilmu (sosial) pendidikan itu gampang).kalian iri ya kalo proyek di bidang pendidikan lebih banyak, dan duit / hibah utk proyek2 bidang pendidikan ngalir terus. boleh aja ambil tuh proyek… kuasai tuh sistem, kalo tidak malu dgn kapasitas kamu! bener2 tidak professional dan tidak etis. tau ga sodara2, temenku itu dengan jelas ngomongin ini. hah… aku jadi kayak setan. istighfar….pendidikan di indo ternyata bukan di tangan orang2 ahli pendidikan. makanya gak maju-maju. pada sok tau sih….

APA AKU YG TERLALU BODOH YA NGANGGEP ILMU PENDIDIKAN ITU SULIT??? DAN KALIAN ORANG2 BERILMU PASTI ADALAH ORANG-ORANG YG TERLALU PINTER SEHINGGA ILMU PENDIDIKAN ADALAH MUDAH??

sedihnya….sebel. seandainya punya blog.beliin Laksa thai dong! pengen makan enak kalo lagi sebel. huuuuhhhh….
———-

kami sebagai pelaku, sekali lagi sebagai pelaku pendidikan atau tepatnya sebagai alat pendidikan tak ubahnya hanya menjadi kelinci percobaan dari berbagai model percobaan kurrikulum pendidikan dengan dalih pengembangan kurrikulum. Kami tak bisa melakukan apapun, hanya bisa menjalani dan menggurutu atas berbagai kebijakan-kebijakan yang mendadak dan dualisme antara puskur dan dinas atao apalah apapun itu namanya.

Dan sayangnya, aku sekali lagi aku– mulai menikmati ketidakpuasan ini .
Lha piye meneh to… nek arep sebel kie yo sebel karo sopo?! ha…mo mendobrak kebijaksanaan? ke sapa ha?! mo protes?! ke sapa…. aku ntu sapa?? muk guru swasta- gak pinter- gak populer- gak inovative- gak tau menang lomba ngajar- biasa saja- tapi, guru yang Qren sek jelas ^^…bisanya yo…mok ngrasani-ngedumel- ngresulo lan…pada akhirnya yo wislah… nikmati saja dan jalani saja..xixixixixi…

idealnya antara universitas guru- sekolah- masyarakat dan goverment itu harus saling chatting untuk merancang, membangun, mendesign, mengelola sebuah sistem pendidikan yang ideal– jangan jalan-jalan sendiri-sendiri…perhaps, ada semacam sekolah binaan universitas (IKIP gitu) naaaah…sekolah binaan ini memliki sekolah binaan lainnya (downline laaa…) ato istilah kerennya “sister’s school” gitu…dan seharusnya, kurrikulum yang sudah ada itu di kelola dengan baik saja– tapi ya…jangan dijadikan proyek donk.. mang mo bangun apartemen– kalo mo bangun apartemen Regata jadi proyeek yaaa wajar…saja.bener gak zE?!! xixixixi. Dan sebaiknya ada keseragaman fasilitas antara guru swasta maupun guru negeri.

tahu gak?! beberapa kali aku ikut mgmp (musyawarah guru mata pelajaran) dan beberapa kali ikut dialog dengan petinggi dinas (aku cuma peserta, pendengar pasif)– awal mulanya seeh…aku iri ma mereka (nobene guru-guru negeri) semangaaat banget menanyakan tentang bagaimana membuat sebuah karya tulis yang baik– atau bagaimana melakukan sebuah action research- prosedurnya giman gitu…aku sempet mikir “waah…keren-keren nie guru, sempet-sempetnya mikir tentang itu” … mereka pusing soalnya, karya mereka sering gak diakui. Lalu dengan polosnya aku bilang gini “kenapa kita (maksudnya sanggar ini) tidak membuat jurnal pendidikan?, sehingga walaupun karya kita tidak diakui tetapi jika kita punya jurnal, kita punya koleksi laporan penelitian– dan sapa tahu ada bermaksud untuk menyempurnakan penelitian sebelumnya, ato ingin buat perbandingan di kelasnya atao apalahh?!” lalu responnya seeh…” waaah…bagus itu, bu…bu siapa namanya?…dari sekolah ,mana?”…xixixixixi…tapi respon bagus itu hanya sebatas itu…lha wong tujuan sejati bikin KTI bukan untuk memajukan pendidikan atau apa gitu (ini tujuan terlalu “indah” rupanya) tapi tujuan bikin KTI adalah hanya untuk menaikkan kredit poin biar naik golongan…masolooohhh…..hanya untuk itu to…? whatever KTInya bakalan penting dan berguna tidak– yang penting disetujui dan lolos seleksi untuk kredit naik golongan. Busyeeeet…..dah!

itu tadi–ketimpangan dari kalangan pelaku lho… kalo yang mbak endah uneg-unegkin tadi khan…dari golongan perancang di kawah candradimuka yang bernama pendidikan.

dan aku setuuju saja dengan segala uneg-uneg tanteQ tadi…hanya sekedar setuju- no action

Parahnya ketingpangan itu menjadi wajar, lha wong…semuanya serba tertutup– semuanya tutup mata. sepertinya Kick Andy– perlu ngangkat tema pendidikan nie… asal jangan tukul saja… (mangaaap…!!!)

Sekolah- pendidikan- kurrikulum- siswa- guru- bahan ajar- profesionalisme…dekat tapi asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation