Sajakku

Mengapa sajak?, apa bedanya dengan puisi?, atau mantra? deklamasi?, atau.. syair? Ah, ini hanya perkara biasa atas dasar kepatutan dan kenyamanan untuk membuat judul. Sajak rasanya lebih romantis dibandingkan dengan puisi, lagipula puisi terikan dengan konvensi (aturan) serta unsur-unsur bunyi. Terlebih jika dibandingkan dengan mantra, seolah jika menggunakan kata “mantra” mengalami pergeseran makna bila menyangkut hal-hal romantis. Bukankah dalam generalisasi mantra berkaitan erat dengan jampi-jampi(?). Walaupun mantra memiliki peran dalam kasusastraan kuno dalam Bahasa Indonesia. Deklamasi, aih– ini bukan untuk dibacakan secara lantang dengan irama yang begitu-begitu saja. Atau syair, hooo, rasanya kasta saya tak sampai untuk membuat syair yang indah.

Lagipula, katanya sajak itu penting, sepenting kita harus makan buat energi kita, coba bayangkan kalo kita tidak makan ato jarang-jarang makan, sakitlah kita atao kering kerontang.

katanya sajak itu jiwa, karena siapapun bisa bersajak, dan yang paling mudah untuk menbakar emosi kita agar bisa bersajak adalah emosi karena CINTA. Ah, kenapa harus CINTA(?); karena, karenanya bisa menimbulkan rasa suka maupun benci secara terpisah atau bahkan sekaligus.

Katanya dengan sajak, pertikaian, peperangan, perselisihan, permusuhan dan semua hal yang negatip-negatip menjadi positip-positip

Katanya sajak indah, seindah bungan kemboja yang selalu mekar di kuburan (eh, bunga kemboja menurutku indah kok)

Katanya nie… sajak itu sebuah kejujuran, orang tidak dapat berbohong melalui sajak

Atau seperti kata Goenawan Mohamad, baginya sajak adalah catatan kita bagi dingin yang tak tercatat pada termometer. Ketika kota basah, angin mengusir kita di sepanjang sungai, tapi kita tetap saja di sana. Mengamati, mencatat. Seakan gerimis raib dan kita saksikan cahaya berenang mempermainkan warna. Ia adalah ketika kita merasakan bahagia meski tak tahu kenapa.

Begitulah, dalam blog ini bisa jadi berisi sajakku atau sajak-sajak dari para pujangga yang sedikit banyak akan mempengaruhi jalan pikiranku.

Bagi para penyasar, mohon dengan sangat untuk dapat meninggalkan jejak berupa komen-komen atau kirim sajakmu untukku. Terimakasih.

Salam Penjelajah.