Menyambut sinar UV di Neverland of Ujung Kulon

Terbayang sudah betapa panasnya siang itu tak menyurutkan niat untuk eksplorasi pulau yang tak berpenghuni dengan luas, hhhmmm…. uncategories, hanya seperti gundukan permata dengan hiasan batu rugby hijau di atasnya. Walaupun jam lokal baru menunjukkan pukul 09.00, namun panasnya euy….. saaadiiiissss!. Yaa… namanya Pulau Badul, ini pulau pertama yang kami singgahi dari 3 pulau target untuk kegiatan Open Trip dengan Tour leader Om Aang. Sangking kecilnya, sepintas aku membayangkan Asteroid B-612 tempat tinggal Pangeran Kecil, kebayang donk..sebesar-besarnya asteroid pasti gak akan lebih besar dari pulau Bali. Asteroid terbesar sejagat raya ini, Apophis pun hanya berdiameter 325 meter. (hmm.. rasanya enggak adil menggabungkan fiksi dengan fakta). hehehe… oke, kembali ke Pulau Badul.

Neverland of Oar.Doc.kawan

Neverland of Oar.Doc.kawan

Mengapa Pulau Badul ku analogikan seperti Asteroid B-612?. Kebetulan pada saat trip ke pulau Badul, aku hanya bermain air di sekitar kapal dan tinggal di kapal untuk melihat pulau Badul dari kejauhan. Kenapa(?), karena, Kapal yang kami tumpangi hanya dapat melemparkan jangkar sejauh kira-kira 20 s.d 25 meter (estimated) dari pulau. Sehingga untuk menuju ke sana, penyasar harus siap-siap berenang. Tapi, jangan khawatir, disiapkan pelampung kok, Tapiii….yang pandai berenangpun, sebaiknya menggunakan pelampung loooh yaaa…. don’t swimming in the sea alone without safety-jacket (nyatut dari never diving alone). Laluuu kenapa aku gak ikutan ke pulau Badul yaaa… (something regrettable), Oh iyaaa… diriku terlalu amazing dengan diri sendiri— bisa ngambang di laut.. hahahha (out of topic).  Dari atas kapal, aku melihat kawan-kawan begitu enjoy mengitari pulau Badul, serasa pulau pribadi dah- aku sebagai pengamat (kali ini) bermetafora: pasir putih yang lembut bagaikan permadani berbulu angsa (kasihan angsanyaaa… Cygnuuuus), atap-atap langit bewarna biru cerah menyejukkan mata memandang- tak menyurutkan niat untuk menyambut “sadisnya” sinar UV- iringan simphony deru ombak menanbah suasana begitu damai untuk sesaat—  and It called one of neverland in UK. Tentu ada kisah manis yang telah terjadi di sana… seperti halnya pangeran kecil jatuh cinta dengan mawar, kemudian merawatnya dengan penuh kasih. Akhirnya Pangeran Kecil pun meninggalkan Asteroid B-612 untuk berkelana melihat alam semesta, karena ia merasa si mawar sudah tidak mencintainya lagi (judulnya Pangeran Kecil sudah patah hati). Butuh keberanian dan kemantapan hati untuk bisa move on!. Lalu…. let’s go to other island!.

Pulau kedua, yaitu pulau Oar- lebih luas dibandingkan dengan pulau Badul, namun kira-kira tak akan lebih luas dari luas lapangan bola. Sama seperti pulau Badul, untuk menuju ke Pulau Oar, penyasar harus berenang kira-kira 10 meter. Waaaah…………… kali ini aku ikut ke pulau, yeaiyaaa. It’s the second neverland of UK,  pertama kali menjejakkan kaki di pulau ini, yang aku tuju adalah Kamar Mandi. Yep, di pulau ini tersedia saung-saung untuk berteduh dan kamar mandi. Pulau Oar bersebelahan dengan Pulau Umang, untuk berkunjung ke pulau Oar, hanya berkunjung loooh yaa… rogoh kocekmu Rp100.000, menurutku cukup muuuuraaaah… enggak sebanding dengan pesona yang ditawarkan oleh pulau Oar. Tekstur pasir di pulau Oar lembut sekali (pengen banget negCamp di pulau ini dan hhhmmmm…… yeah… I’ll do it with someone! hahaha… primitive-wild-thinking). Selain pasir putih yang membentang sepanjang mata memandang serta lautan biru menghampar luas dan ombak yang tidak begitu besar merupakan salah satu lansekap yang YOU MUST SEE IT . Aku berlari dengan telanjang kaki, menjejalkan setiap lini jari-jari kaki ke dalam pasir putih, tak menyurutkan kekhawatiranku untuk menyambut “sadisnya” sinar UV, waloupun kulit mukaku sedikit terasa perih, panas dan terkena air garam… tapi… yeeeaaaah… I catch you !.

Sayang aku tidak sempat eksplorasi ke setiap sudut pulau, rasanya 2 jam stay di pulau itu kurang… aku begitu menikmati moment itu. Kuslonjorkan tubuh di hamparan pasir karang (jadi kalo dari jejakan pertama- pintu gerbang yang tak berpintu deeh… belok ke kiri, penyasar akan menemukan hutan koral, pasir di situ tidak selembut sebelumnya, tapi sungguh private dan enak banget buat kontemplasi a.k.a tidur siang). Dan aku pun berkelana dalam panjang gelombang alpha…..

Kerapkali kita ingin selalu mengabadikan setiap moment ini dengan selembar gambar mati yang berkat teknologi gambar mati ini bisa menimbulkan efek hidup setelah disimpan secara digital, yaitu photography. Tapi, safety kadang terlewatkan, padahal kita sudah merasa sangat berhati-hati. Yeah, yang namanya musibah siapa sih yang tahu. Tetaaap yak, berhati-hati diperlukan khaaan… Nah, tips kalo mo eksis foto-foto di laut, mendingan beli kamera underwater deh, harganya cukup beragam kook, mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah- beli tergantung kebutuhan ajah. Bisa di chek di situs-situs toko online. Tapiiii… kalo ke Lautnya hanya sesekali, itupun juga enggak mesti (misalkan sekali dalam setahun atau kadang-kadang buuuaaanget) yeaaah… bolehlah manfaatin kamera via smartphone. Nah, kalo ini perlu ekstra hati-hati yaaa… covering HP pakai plastik biasa- resikonya besar banget. Plastik bisa bocor. Jadi, mendingan modal dikiiit deh, beli plastik khusus kovering HP dari air, harganya jauh lebih murah dibandingkan kalo beli kamera underwater. Lebih aman- adem ayem trentrem tanpa ada rasa was-was, plastik bocor gaaak ya?!… bocor gak bocor gak bocor gak…. akhirnya bocor deeeh… dan pet, good bye my smartphone!.. Eeeh, tunggu dulu, jangan panic tiba-tiba, (patut dicoba kaloo misalkan akan mengalami kejadian HP kerendem air laut atau air kolem). Caranya adalah, pendam HP smartphone ke dalam beras selama 24 jam kurang lebih, setelah itu baru hidupkan dengan penuh perasaan (resep dari satu kawan peserta jelajah neverland). Kalo hidup yaaa… syuuukur kalo gak bisaaa… jangan yesel yaaa… So, mendingan hati-hati saja, safety is better than not.

Pulau Oar menjadi pulau terkahir yang kami kunjungi. Satu pulau gagal untuk dilabuh, karena (rasanya) energy sudah terkurang habis untuk eksplorasi kedua pulau tadi. Hmmm… apa kabar Pangeran Kecil dalam menjelajah ruang angkasa?. (mungkin) Pangeran Kecil memiliki sedikit prasangka terhadap mawar, rupanya mawar bukan satu-satunya mawar yang ada- dia menyadarinya ketika berada di Bumi. Seringkali kita (orang dewasa) selalu berprasangka, orang dewasa lebih mudah untuk berprasangka, begitulah orang dewasa dalam berfikir. Hayah…. But, do you remember when we were young, and life was so simple and we just have fun?. Aku menyadari satu hal, bahwa hidup itu tidaklah sekompleks bagaimana Tuhan menciptakan langit, tapi Tuhan menciptakan langit untuk makhluknya agar supaya makhluknya itu berfikir bahwa kesempatan itu terhampar luas di depan kita. Gagal dan sukses itu bagian dari perjalanan manusia mencari kebenaran atas prasangka yang muncul di pikiran kita. Jadi, bagaimana kita akan menyikapi gagal maupun sukses itu… depend on you dude!. You are happy or not, is on your mind!, because it’s only that’s life. Ces’t la vie… . (quote ini special banget buat satu dari kawan perjalanaku kemarin yang yeeeaaah… mungkin sedang mengalami masa-masa galau– walopun aku gak paham masalahnya apa, tapi… baaazooookaaaa…!). Ooooh iyaaa…. aku jadi ingat satu hal, Paulo Coelho bilang bahwa If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello“. Lalu… aku menemukan pangeran kecil— as a new hello. Hayaaaah… naposeeeee….!!! 

Hooooiya, gimana sih cara menuju ke Neverland of UK ini?. Kami menuju ke Neverland dari pelabuhan ikan di Sumur, perjalanan dari Jakarta sekitar 7 jam. Lumayan yaaah… kalo naek angkutan umum, hhmm… (mungkin next time penjelajah update deeeh informasinya— untuk kali ini belum tahu caranya gimana ^_^). Ayeeem soooriiii dori mooriiii……

DCIM102MEDIA

Menyambut “sadisnya” sinar UV. Doc.kawan

[Ending dari kisah ini…]
Le petite prince, J’aime ce que tu fais!… Aih, jadi ingat apa yang dikatakan rubah kepada Pangeran Kecil :  “On ne voit bien qu’avec le cœur, l’essentiel est invisible pour les yeux.”… kurang lebih artinya begini “Orang itu hanya dapat melihat dengan baik melalui hatinya, karena yang terpenting dalam hidup itu tidak nampak oleh mata”. Yap, walaupun kecil dan sederhana, I’d like the way you did! – J’aime ce que tu fais!. ~Ah…. bukankah selalu ada cerita manis dalam setiap perjalanan itu… dan ini adalah cerita manisku yang kubagikan, berharap angin akan menyampaikan kabar ini ke Pangeran Kecil.

~And what the Fox say…….~

NB:
Kedua pulau merupakan bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Akses menuju kedua pulau lebih mudah jika melalui pelabuhan ikan di Sumur.

Caution:
Gunakan sunblock yang ramah lingkungan— WARNING!, kandungan kimia sunblock akan merusak terumbu karang. Sebaiknya lindungi kulit dengan rashguard saja. 

Ayooo… kita jaga terumbu karang dengan bersikap ramah ketika melakukan kegiatan snorkling atau aktivitas laut lainnya. Terimakasih atas pengertiannya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation