Lagi-lagi tentang Cinta

Cinta yang bagaimanakah yang kau inginkan?
Cinta yang memerdekakan….
hah!…justru karena cinta hatiku jadi terpenjara.
Justru karena cinta otak ini terbelenggu olehnya.

Aku bosan dengan 5 huruf ini,
mati rasa saja rasanya,
Aku muak dengan 5 huruf ini, yaitu C I N T dan A
hingga rasanya pingin muntah saja–mual gitu rasanya.
Ingin rasanya BEBAS dari kelima huruf ini.
makanya…aku lari
dan aku selalu lari…lalu tiba-tiba tersandung
tersandung oleh sebuah batu yang namanya RINDU

Cinta yang bagaimanakah yang ingin kau wujudkan?
cinta yang erotis
cinta yang romantis
cinta yang flamboyan
atau bermaksud untuk mewujudkan puncak dari segala cinta, yaitu cinta Ilahi/agape?
(..baca lebih lanjut bukunya Muhidin. M Dahlan, Mencari Cinta.2003:Pustaka Sufi)

Yang ke-4 mungkin sulit untuk diwujudkan, lha…wong kita masih menapak bumi kok…artinya, keinginan-keinginan kita masih bersifat keduniawian, maka Ketika mas Muhiddin bilang bahwa cinta adalah to give not to get, rasanya sungguh sulit untuk diwujudkan. Rasanya cinta lebih banyak dipahami sebagai “politik dagang”, take and give, tuker tukeran perasaan, I love you, so that I hope you wanna love me too. halah…

lantas, menurut kamu cinta yang bagaimanakah yang ingin kalian wujudkan?
ah, biasa sajalah…jangan terlalu main definisi ah, karena butuh bukti…capek!

main pada taraf aksioma saja, gak perlu pembuktian- karena sudah diyakini nilai kebenarannya.
begitulah kira-kira, cinta menurut aku…cinta yang yakin– benar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation