Kasih Jangan Kau Pergi

Wajahmu selalu terbayang
Dalam setiap angan
Yang tak pernah bisa hilang
Walau sekejap
Ingin s’lalu dekat denganmu
Enggan hati berpisah
Larut dalam dekapanmu
Setiap saat……setiap saat

Reff :
Oh kasih, janganlah pergi
Tetaplah kau s’lalu di sini
Jangan biarkan diriku sendiri
Larut di dalam sepi
Oh kasih, janganlah pergi
Tetaplah kau s’lalu di sini
Jangan biarkan diriku sendiri
Larut di dalam sepi 2x oh… oh…
kasih jangan kau pergi

terlelap dalam belaianmu
Takan pernah ku lepas
Biarlah dirimu ku manja
Dalam pelukan
Gemulai setiap gerakkanmu
Membuatku slalu rindu
Ku kecup lembut bibirmu
Ku sayang padamu..
ku sayang padamu

—–

Sontak aku surprise banget denger lagu ini, ini kaaaan lagu aku pas SMA, pas aku naksir sama kakak kelas, dua tingkat diatasku. Dia anak kelas Fisika, senior di tonti (pleton inti)- kalo sekarang paskib sekolahan lah… Aku kaget banget, pagi-pagi berangkat sekolah, biasalah dengerin female radio, tiba-tiba looooh… lagu ini seakan membawaku ke waktu 19 atau 20 tahun yang lalu. Ini kan lagunya Bunga, kok yang nyayi sekarang cewek… Oh, rupanya lagu ini dirilis ulang. Sekarang dinyanyikan oleh Yura Yunita, warnanya sedikit berbeda, yang ini lebih feminim ketimbang yang nyanyiin Tony.

Dulu pas jaman-jaman sekolah, kita selalu punya lagu kebangsaan. Naaaaah…. ini lagu kebangsaanku. Hahahahaha… soalnya, aku harus berpisah sama kakak kelas yang udah lulus. Kakak kelasku itu mutusin kuliah di Semarang, Jogja-Semarang kaaaan jaaauuuh…. Saat itu aku masih kelas 1 SMA (kelas 1-3), kelasku nomor dua dari pojok lorong paling kanan. Nah… kelasnya kakak kelas yang kutaksir ini ada di pojok depan (kalo digambarin secara abstrak, dari pintu gerbang sekolahku yang ada di Jalan Gadean No.10) lewatin lapangan basket trus lorong yang isinya meja piket guru, kelasnya kakak kelasku itu langsung belok kiri-gedung bagian depan, sedangkan kelasku tuu… belok kanan trus belok kiri- gedung belakang nomor dua paling ujung). Dulu, kalo mo ke kelas, aku mesti belok kiri dulu muter cuma buat ngintip “dia” di kelas sedang ngapain. Hahahahahhahaaa……

Kaka kelasku itu orang pertama yang aku taksir selama hidupku dan sepanjang hidupku (hingga sekarang)– Saat ini yang aku tahu, dia sudah menikah sampai dua kali dan udah punya baby— sedangkan aku belum #ehOpps… Noooo, I haven’t married yet, not because of him kooook…. Hahaha… setiap mengingat masa-masa itu, selalu kebawa perasaan a.k.a baper, aku masih bisa ngrasain gimana rasanya deg-degan pas ketemu dia, gimana histerisnya aku pas ketemu dia (walaupun ENGGAK bener-bener ketemu), cuma liat… laeeelah…. cuma liaaat eh denger suaranya. Suaranya kenceng banget, palagi kalo teriak… busyeeeet… menggelegar. Tapi bagiku, suaranya sexy.. kereeeen kalo sedang teriak sambil melotot dan tangannya nunjuk-nunjuk.. Hahaha… Yaaa, namanya juga naksir, apapun itu jadi keliatan bagus.

Bagiku kakak kelasku itu “the legend”, beberapa tahun lalu aku sempat ketemu sama kakak kelasku dengan tak sengaja melalui jejaring sosial media. Akhirnya kita janjian ketemu (sama-sama di Jakarta), dia kerja di lembaga pemerintahan dan aku seorang guru. Dari pertemuanku itu yang terentang oleh waktu 15 tahun itulaah…. untuk pertama kalinya dan (terakhir kalinya) aku duduk dan makan dan cerita-cerita banyak hal dengan orang aku taksir untuk pertama kalinya…  Saat itu, dia baru 3 bulan menikah dengan istrinya yang kedua (dengan istri yang pertama sudah cerai), sedang aku masih berjuang membangun konsekuensi dengan seseorang yang pada akhirnya kami tak sanggup melanjutkan konsekuensi itu.  #terlintas, Ah aku cukup bersyukur dapat berjodoh dengan kakak kelas, walaupun hanya sebatas ngobrol dan makan malam.

Dan 9  tahun setelah pertemuan itu, tahun 2016 ini aku mendengarkan lagu ini, perasaanku, kenanganku, semangatku kembali ke masa ketika aku masih memakai seragam putih abu-abu di tahun pertama. Mungkin ini yang disebut dengan #cintaPertama. Aih… ayeeee……

~Salam Cinta dari Penjelajah~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation