Kartini atau Hari Kartini

(Ini aku copas dari blogku yang lama 20 April 2007)
   Besok, 21 April…ada yang istimewa mangnya? Eh, besok Hari Kartini tau… kartinian…
Waktu itu aku sedang kontrol gigi di dr.Yon, pyuuf…bodohnya aku gak bawabacaan, bakalan BT banget nie nungu antrian tapi doing nothing. Lalu aku keluar dari RS bentar cari abang-abang yg jualan koran, iiieeeh…kok gak ada yang jual seh? (begini deh…kalo pas sedang dicari gak ada, e..pas gak sedang nyari- berjibun tuuh). Yo wis lah…apapun itu, poko’e aku harus beli.. clingak-clinguk ke mini market, eh..sepertinya ada tuh tabloit…yaaa…adanya nova, otomotif, majalah, dan bobo. Humph…yang paling ringan beli bobo aja deey…itung-itung ngobatin kangen ma Bobo (terakhir baca, when I was in senior high school– pyuuf…10 tahun yang lalu). Bobo sekarang seperti apa ya… xixixixixi gak berubah, Paman Kikuk yang rada beda). Salah satu artikelnya muat tentang kalo gak salah “perempuan pun bisa melakukannya” , disitu muat profil perempuan yang berprofesi sebagai pramudi (sopir busa way), pengetes motor, trus apa lagi ya…?yeah..gitu deh gak gitu merhatiin– lha wong cuma numpang lewat doang….Tiba-tiba, Seolah tersentak, oo iya… besok sabtu tanggal 21 April..istimewa rupanya, at that time yang aku ingat ntu cuma ultahnya HAAJ. lama sudah aku tidak peduli dengan hari-hari besar Nasional (eh, 21 April termasuk hari besar nasional gak seh..).
Jika kita ditanya “apa makna Hari Kartini buat kita”, aq yakin bener anak-anak sekolahan pasti ngejawab emansipasi perempuan, maksudnya ? karena Kartinilah perempuan Indonesia menjadi terpelajar, karena Kartini perempuan Indonesia bisa bersekolah. Atau jawaban yang sedikit lebih yahud, karena Kartinilah yang membuat kaum perempuan (khususnya Jawa priyayi) terbebas daripingitan. Kalo aku dulu, sewaktu masih di TK (taman kanak-kanak), hari kartini adalah moment yang menyenangkan, soalnya di TK banyak acara untuk memperingati Hari Kartini, istilahnya adalah kartinian– acaranya antara lain: tumpengan, karnaval, dandan baju daerah, seruuu dey…
Sekarang, jika aku ditanya…aku sedikit bingung juga ngejawabnya. Justru aku yang akan balik bertanya, “mengapa tiba-tiba kita memaknai Hari Kartini begitu penting dalam sejarah emansipasi perempuan?”….hem, lalu dimana letak peran perempuan lainnya yang lebih berani, yang lebih nyata bentuk perjuangannya, lebih melawan bentuk-bentuk penindasan. Misal, Cut Nya Dien, panglima yang mempunyai strategi perang yang hebat; Dewi sartika yang paling berperan di dunia pendidikan, tidak hanya berangan-angan, melainkan segera diwujudkan cita-citanya dengan mendirikan sebuah “sekolah istri”, bukankah Ia lebih mudah untuk menjadi teladan bagi ibu-ibu rumah tangga yang berdedikasi?!
Hanya karena kecemburuan Kartini kepada anak gadis Belanda, kawan sekelasnya yang bebas dan akan selalu bebas, sedangkan ia harus terpenjara (dipingit) di dalam rumah sampai ada seseorang yang melamarnya/meminangnya. Hanya karena ia anak ningrat yang berada di kukungan adat, ia menjadi terikat oleh adat, dan Kartini mencoba merombak adat itu yang selanjutnya segala bentuk protesnya dituangkan ke dalam surat-surat dengan gaya bahasa yang disukai oleh kebanyakan orang karena untaian kalimat mengandung perasaan terdalam tentang cita-citanya. Sehingga dipilihlah Kartini sebagai perlambangan (penjiwaan) bagi gerakan perempuan untuk pembaharuan menuju derajat emansipatif kah?
Eh, BTW mang kalo Kartin waktu itu gak ngirim surat yang berisi tentang pikiran-pikiran kartini ke kawannya Zeehandelaar di Belanda, aku saat ini bisa duduk di depan komputer gak ya?…..atau aku dah kawin saat ini….hahahahahha….gamang, naif bukan…

OOps, walaupun demikian gak bisa dipungkirilah…bahwa Kartini sudah berusaha untuk membebaskan perempuan dari kebutaan ilmu pengetahuan dengan sebuah kesempatan berupa pendidikan. Setidaknya kumpulan surat: Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan bukti sejarah yang tak terbantahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation