Indonesia Raya

INDONESIA RAYA
Karya: W.R.Supratman

Stanza 1

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 2

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 3

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri ‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.
Link youtube Indonesia Raja 3 stansa

Tidak semua dari kita kenal dan hapal dengan lagu kebangsaan bangsa kita hingga tiga stanza (bait)- saya yakin itu!. Sejarah telah mencatatkan bahwa tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak ikut berkontribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Perjuangan melalui tinta, salah satunya dilakukan oleh W.R.Supratman dengan menciptakan lagu yang dulu untuk menyanyikannya pun susah. Jangankan menyanyikannya, menyiulkannyapun bisa sangat berbahaya pada masa itu.

Lagu ini pertama kali dilagukan oleh W.R.Supratman pada saat kongres pemuda pada 28 Oktober tahun 1928, saat itu Ia berusia 25 tahun. Bukan perkara mudah untuk menyebarluaskan lagu yang berlirik membakar semangat darah juang. Namun Harian Sin Po (surat kabar yang paling hit pada masa itu) dapat menyebarluaskannya. Lagu ini di arragemen ulang oleh Jos Cleber yang notabene berkebangsaan Belanda pada tahun 1950.

Berdasarkan sejarah Lagu Indonesia Raya mengalami 2 kali perubahan dan  dinyanyikan secara serentak bersamaan dengan deklarasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dengan hanya satu stanza dengan pertimbangan (yang sangat bernuansa politis rupanya) karena kepanjangan, satu stanza saja dinyanyikan sekitar 3 menitan. Ohya, rupanya lirik aslinya pun ditemukan di Perpustakaan Leiden, Belanda (sumber unauthentic).

Penyasar yang budiman, coba penyasar baca sekali lagi lirik lagi kebangsaan Indonesia Raya diatas. Apa yang dapat kita renungkan dari bait-bait diatas?. Saya lebih menyukai bait kedua pada stanza dua.

“Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja”
Membaca kondisi Bangsa Indonesia saat ini, saya rasa, kita sedang sekarat dalam krisis diri. Tiga isu yang sensitif dalam politik Indonesia (seksisme, rasisme dan identitas agama) sebaiknya di apakan?….. silahkan para penyasar membaca kedua artikel dibawah ini:

Daftar bacaan untuk ide:
http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=8535&coid=1&caid=34&gid=3
https://tirto.id/kita-berutang-pada-bulu-tangkis-bBDu

[ps: sori nulisnya akan ada editan, soalnya pas nulis ini cuma ngisi waktu luang]

~salam damai~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation