buku Dongeng

Well gak bermaksud untuk meresensi buku, tapi aku barusan membaca buku yang berisi tentang cerita pengantar tidur untuk anak-anak yang (perhaps) hidup sebelum era EPOCH2000, xixixixixi…soalnya melihat kenyataan dalam skope kecil di lingkunganku saat ini, apakah kebiasaan orang tua untuk bercerita kepada anaknya sebelum tidur masih ada?
+ Why are thinking like that bE?…
– yeeeaaahhh… remaja yang berada di sekitarQ sekarang gak kenal dengan yang namanya Aurora, Ratu salju, Rapuzhel, Pak Gupetto, atao apalah…
+ Ya iyalaaah…bE, nama-nama itu gak Indonesia banget gitu loh!
– Arrrghhh…aku jamin more than 75 %, they aren’t know about the story of “Timun Mas”, mungkin yang mereka tahu itu ya “bawang merah & bawang putih” atao “Maling Kundang” yang anjriiit…100% menurut aku jalan cerita kedua sinetron itu gak bangeeet!!!. huuumph…except Ratu(my students-bE-) ya…she know that story well, that’s why she got the runner up for the story telling compettion last year. And…This year she got the runner up anymore for the same compettion. Oops..bukan ini yang pingin aku ceritakan.

Aku barusan baca buku (phew…belum khatam seeey…) <– rada lamban ^^

Judul buku : Pangeran yang selalu bahagia
Judul asli : The Happy Prince and other storries Pengarang : Oscar Wilde
Alih Bahasa : Amrisa Nur
Tebal buku : 206 halaman + v index
Penerbit : Yayasan obor Indonesia
tahun terbit : 2001

Di buku ini ada 9 cerita, beberapa diantaranya lamat-lamat (sambil mencoba untuk mengingat-ngingat), dulu banget 15 – 17 tahun yang lalulaaah…I ever read this story. Dimana ya…aku ngebacanya? majalah bobo? atao…buku kumpulan dongeng yang sempet aku punyai?…lupa Humph…membaca buku ini, aku merasa ada yang hilang gitu…entah apa, menurut aku ada potongan cerita yang hilang. Misal: pada cerita “pangeran yang selalu bahagia”,kurang lebih begini ya… “Aneh sekali!”, kata petugas peleburan besi. “Hati timah ini tidak mau melebur sama sekali, kita buang saja!”…. (tanpa ada kata penghubung atao pengantar apapun, tiba-tiba paragraf langsung begini…-bE-) “Bawakan benda paling berharga kepadaku dari kota”, perintah Tuhan kepada malaikatnya….lalu dibawakannya hati yang terbuat dari timah dan burung layang-layang yang sudah mati… –> well, aku yang gak paham, atau terjemahannya yang kacau- artinya jalan cerita disingkat-singkat, atau memang gitu kasunyatanne ha. Dan yang paling mungkin adalah yang pertama (aku gak paham-bE-).

Hehehehehehe….sok tahu ya bE?!

Sebagai sebuah buku kumpulan dongeng, buku ini terasa asal-asalan saja dibuat/dicetak (eh…sok tahu lagi-bE-); gini alasannya:
1. cover yang dibuat mas Rudi seey…bagus, tapi covernya cenderung menggambarkan cerita seram. kenapa gak didesign ulang saja ilustrasi aslinya.
2. penampilan buku, gak kaya’ sebuah buku yang berisi kumpulan dongeng tapi malah lebih mirip novel misteri. Lalu dapat dipastikan bahwa buku ini kalo di Toko Buku ada di rak Sastra/Novel bukan di rak buku anak-anak.–> Kalo bukunya Salman Rusdhie, wajaarr di rak Sastra/novel- karena memang dongeng buat orang dewasa ^^. xixixixixixixi…

                                      
-ini tulisan dari bE yang gak eh belum mampu membuat referensi buku. Jadi yo…sak kenone carane nulis. maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation