Band Score

[rePost- edited]

Hallo, apa kabar para penyasar?.. Semoga para penyasar dalam kondisi prima pas nyasar ke colorpul. Postingan kali ini, penjelajah akan berbagi kisah tentang suka-duka penjelajah berkecimpung di dunia tes-tes bahasa inggris, terutama IELTS (International English Language Testing System) dan TOEFL (Test Of English as Foreign Languange)– lima tahun terakhir sih… lebih sering IELTS. Apa sih bedanya?.  Secara fungsi umum enggak beda- keduanya merupakan parameter untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang dan diakui secara internasional. Mudahnya sih, perbedaan keduanya terletak dari instutusi negara yang menyelengerakan. Kalo IELTS biasanya buat ke negara-negara berada dibawah bendera England (Inggris, Selandia Baru, dan Australia). Sedangkan TOEFL negara penyelenggara adalah Amerika. Selain itu, durasi tes IELTS lebih lama dibandingkan TOEFL. Lebih jelasnya, penyasar bisa langsung ke sini deh.

Buat yang sering ikutan trial tes-tes ini tentu gak asing donk dengan istilah band scoreKali ini akan dibahas band score IELTS saja. Tes-tes ini .

Apa sih Band Score itu?
Band score itu seperti tingkatan keterampilan penyasar dalam berbahasa Inggris. IELTS membagi band score menjadi 9 band:

  • skor 9 – pengguna ahli
  • skor 8 – pengguna yang sangat baik
  • skor 7 – pengguna yang baik
  • skor 6 – pengguna kompeten
  • skor 5 – pengguna sederhana
  • skor 4 – pengguna terbatas
  • skor 3 – pengguna sangat terbatas
  • skor 2 – pengguna intermiten (hanya mengetahui informasi yang sangat mendasar)
  • skor 1 – tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris

Lebih detil, bisa klik disini. Jujur, bukan hal yang mudah untuk bisa mencapai band score 5 (buat sayaaaa loooh.. buat saya…). Untuk mencapai level 5.5 saya harus kursus privat seminggu sekali. Sayangnya pencapaian skore tidak sesuai dengan harapan, karena target untuk melanjutkan pendidikan S2/S3 minimal harus 6/7.  Pola saya belajar bahasa IELTS waktu itu hanya jika ada les saja, tanpa didukung dengan usaha mandiri. Kelemahan saya terletak di writing and listening, sedikit listening, dan bagus dikit di reading. Hahahaha… semuanyaaa dooonk… Iya memang.

Bercermin dari pengalaman itu, catatan keras buat saya adalah, saya harus wajib:

  1. Luangkan waktu; maksudnya siapkan porsi waktu minimal 1 jam tiap hari untuk fokus di area-area yang sulit, misalkan latihan sendiri listening, latihan sendiri writing, latihan sendiri reading, kalo speaking bisa cari teman/partner buat speak-speak. Alhamdulillah… aku ikutan couchsurfing– lumayan selalu dapat native gratisan. Cuma modal beli minum buat hang out bareng sambil speak-speak. Karena aku punya target, biasanya aku pilih-pilih suffers (istilah member CS) dari negara eropa atau ossy.
  2. Belajar Mandiri; enggak boleh belajar hanya kalo ada les saja.
  3. Disiplin; kuncinya adalah disiplin, kalo kita enggak disiplin sama agenda yang udah kita rencanakan, akibatnya bakalan hancur tuuh… intinya NO PROCRASTINATION. 
  4. Fokus; fokus sama tujuan; jangan setengah-setengah, mantabkan tujuan ambil IELTS buat apa. Biaya test mahaaal booo…. sisihkan gaji minimal 3,5 juta.

Itu saja… cukup simple sebenernya… niat ada, kemauan ada, semangat ada.. tinggal action. Ayooooo….. ganbatte!

Ada sedikit yang pengen saya bagi; pas reading section toefl ibt

“What are the keys to career success? Our background? Our education? Maybe. But they only affect our careers; they by no means guarantee success. If there is any guarantee of success, and that is questionable, it is through one’s own intrinsic qualities, one’s own hard work 5 and a constant re-assessment of one’s goals.A recent study in the US showed that something between 10 and 20% of the Harvard College Class of 1958 have lost their jobs in the past ten years. So, not only the best education but also the best 10 possible social background cannot guarantee career success. If these people, mainly men, had not believed their background was an insurance to success in life, and if they had searched for ways to make new and better-quality contributions to their work, they 15 wouldn’t now be out of work. Anyone can succeed, and anyone can fail, and in terms of one’s career this is very important to recognize. As long as one has goals and one takes action to achieve these goals, then one can be said to be following a successful career strategy.”…

gw BOLD bagian
Anyone can succeed, and anyone can fail, and in terms of one’s career this is very important to recognize

sooo….. makin onfire ajaaaah.

~Salam Semangat dari Penjelajah~

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation