Apa jadinya jika Bumi ini datar (?) … atau bentuk lain (?)

globenya bumi datar

Sumber dari internet lewat mesin pencari google

Mungkin globe yang bakalan di jual di toko-toko bakalan seperti gambar disamping.  Sebetulnya konsep tentang bumi itu datar sudah aku ketahui sejak beberapa tahun yang lalu, namun gak ada semangat buat ingin tahu lebih banyak, atau coba browsing kenapa sih masih ada yang percaya tentang konsep yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Gambaran tentang bumi itu datar dikisahkan di dalam catatan Homer dari abad 8 SM. Di dalam catatan tersebut “Okeanos” dipersonifikasikan dari air yang mengelilingi permukaan lingkaran bumi. Menurut kisah dalam mitology Yunani, Okeanos itu putra dari Gaia (Dewi Bumi) dan Uranus. Nah, si Okeanos itu digambarkan sebuah lautan yang maha luas dan tahu gak anak2nya itu siapa ajah(?). Semua sungai, danau, air mancur, dan segala bentuk air yang ada di bumi ini. Hehehe… kadang di dalam dunia kosmos ini penuh dengan mitos-mitos.

what_if_earth_were_a_donut__by_stardust4ever-d374rnr

Our home like a donuts… sumber googling aja

Lalu, kenapa sekarang jadi berminat buat ngebahas ini(?). Buat apa diperdebatkan (?), tentang penetapan kapan hari pertama “puasa” aja masih menjadi debat yang tiada akhir (susah deh.. kalo sudah menyangkut masalah kepercayaan yang sudah mengkerak) ^_^.  Okey, postingan dari penjelajah kali ini bukan untuk memperdebatkan BUMI DATAR versus BUMI BULAT, walaupun sebenernya (mungkin) keduanya tidak benar-benar datar maupun tidak benar-benar bulat. Tetapi, hanya sekedar referensi bahwa manusia diberi akal, bebas untuk berasumsi maupun berimajinasi to (?!). Ohya ada yang lebih ekstrim lagi, ternyata ada juga yang berandai-andai, bilamana jika bumi itu seperti donat (?). Ide ini brillian banget!. Tag line yang menggelitik tentang konsep bumi itu seperti donat tu seperti ini “Donut World” – aka “Galileo was WRONG; Homer Simpson was RIGHT!“. Hahaha… tentu sebagai seorang yang freaky ma The Simpson tahu dooonk tokoh bapak berkulit kuning dan beranak tiga (well… kapan2 aku akan tulis tentang Mathematics of the Simpson- karyanya Simon Singh). Hmmm…. mungkinkah konsep bumi masa depan yang digambarkan di film “Interstellar” itu mengambil ide dari The Donut World?!. Well… bisa jadi sih…

Kisah ini berawal dari aku ikut kemping temen satu kosan. Karena momen 6 agustus itu hari antariksa, sekalian pengen ngamat langit. Aih, sedikit surprise juga kalo ternyata temen aku tuh punya pendapat yang berbeda tentang konsep bentuk bumi. Bukan hal baru buat aku, tapi ketemu sama orang yang totally mendedikasikan pemahamannya buat sesuatu yang “berbeda” itu kalo dimetaforakan “aku seperti berada di tengah-tengah gurun yang tandus trus di kejauhan sepertinya ada pantulan air, dan pantulan itu for real of just fatamorgana?”. Hahaha…yeah sedikit lebay memang.  Dan kawanku itu berkisah tentang konsep bahwa bumi itu datar lagi-lagi totally so serious, awalnya aku pikir dia bercanda, eih… mimik mukanya menunjukkan keseriuasan. Well, aku jadi penasaran, kenapa di abad ke 21 ini masih ada yang menyakini sebuah konsep ribuan tahun yang lalu dan sudah punah ribuan tahun yang lalu pula. Woow… ternyata tidak benar-benar punah. Ada komunita yang mempercayai konsep tentang bumi itu datar. Mereka menyebutkan dirinya Flat-earther, selamat datang di bumi yang datar!. Bahkan ada website societynya di sini nih,  mereka cukup aktif loooh, koleksi bukunya lumayanlah ada belasan dan puluhan jurnal2 (kalo jurnal berarti sudah melalui reserach yang bisa dipertanggungjawabkan to..) buat referensi bagi pengikut (istilah “pengikut” kok rasanya kurang pas yaa…kesannya gimana gitu.. #eh).  A

Aku coba donlod satu artikel “One hundred proof that the earth is not a globe“,  waah… sedikit mengecewakan, ternyata isinya bukan jurnal, tapi scanan buku yang ditulis oleh W.M Carpenter diterbitkan by Author tahun 1885. Jadi rada enggak semangat baca.. sekilas membaca, aku seperti membaca novelnya C.S Lewis, Chronicel of Narnia. Hehehehe… sebagai seorang yang freaky ma dunia fantasi, bagiku ini seperti dunia fantasi yang mengkisahkan para mahkluk yang tinggal di bumi yang datar. Ada paragraf (hasil dari baca sekilas) yang menarik buatku, yaitu: “Mr. Proctor says: “ We learn from astronomy that all these ideas, natural though they seem, are mistaken.”Man’s natural ideas and conclusions and experimental results are, then, to be overthrown by—what! By “ astronomy?” By a thing without a soul—a mere theoretical abstraction, the outcome of the dreamer ? Never I The greatest astronomer of the age is not the man, even, who can bo (mungkin maksudnya be- catatan penjelajah) much as attempt to manage the business. “ We find,” says Mr. Proctor, “ that the Earth is not flat, but a globe; not fixed, but in very rapid motion; not much larger than the moon, and far smaller than the bun and the greater number of the stars.  First, then, Mr. Proctor, tell us h o w you find that the Earth is not flat, but a globe! It does not matter that ‘“ we find” it so put down in that conglomeration of suppositions which you Seek to defend: the question is. What is the evidence of it?—where can it be obtained? “ The Earth on which we live and move seems to be flat,” yon tell us: where, then, is the mistake? If the Earth seem to be what it is not, how are we to trust our senses ? And if it is said that we cannot do so, are we to believe it, and consent to be put down lower than the brutes? No, sir: we challenge you, as we have done many times before, to produce the slightest evidence of the Earth’s rotundity, from the world of facts around you. You have given to us the statement we have quoted, and we have the right to demand a proof; and if this is not forthcoming, we have before us the duty of denouncing the absurd dogma as worse than an absurdity—as a Fraud—and as a fraud that flies in the face of divine revelation! Well, then, Mr. Proctor,’“m demanding a proof of the Earth’s rotundity (or the frank admission of your errors), we are tempted to taunt you as we tell you ….” (baca sendiri aja deh…).

Simpelnya begini aja deh, seperti yang dilakukan kawanku itu sebagai flat-earther, “Bikin 20 pertanyaan/pernyataan yang mendukung kalo bumi itu bulat”.  Sebagai seorang amatir dalam dunia astronomy (tentu saja astronomi yang berkembang di sini berbase kalo bentuk bumi itu bola pepat) hanya MAMPU menawarkan 3 statement, deeeuuuh… it’s too embarrassing!.  Ketiga itu adalah kalo bumi itu bentuknya datar, bagaimana cara kamu menjelaskan (1) peristiwa siang malam, (2) pergantian musim, (3) gerak semua harian benda langit… that’s all!. Hahahaha…. (kalo Pak Wid tahu bisa diberhentikan dari forgur astro aku…. ^_^).

Para flat-earther itu:

  1. Pendaratan Neil Amstrong ke Bulan itu Hoax — Okey, tentang ini para pendukung bumi bulatpun terbagi menjadi dua kubu.
  2. enggak percanya dengan satelit– satelit hanya sebuah komoditi ekonomi- seperti pendukung brand gitu lah, alasannya adalah belum ada bukti satupun yang bisa menunjukkan dengan konkrit fisik satelit ketika sudah diterbangkan. Jadi gambar2 yang beredar itu adalah gambar CGI (Computer-generated imagery), ini seperti aplikasi komputer buat gabung-gabungin gambar sehingga dapat menghasilkan citra gambar baru yang diinginkan oleh sang creator (yeeeaaah… kurang lebih deh begitu).
  3. kalo bumi itu bulat, maka seharusnya pesawat terbang itu diam ditempat pasti akan sampai dengan sendirinya. Aku coba memahami maksudnya itu begini, bumi bulat itu berotasi dengan kecepatan 600 mill per jam (cepeet bangeeet…- tapi kok gak krasa ya hehehe ^_^, sedangkan pesawat jumbo komersil aja kecepatan terbang kalo dah stabil sekitar 909 km per jam. Artinya kalo cuma diem aja di atas, seharusnya udah sampe di tujuannya dooonk… wahai para penyasar masih betah khaaan… bacanya. So, kebayang gak masud dari para flat-earther ini?!. Tapi kalo dipikir2 lagi… khan bumi berotasi ke arah timur, kalo kita berdiri di kutup utara diem ajah (berdiri di ujung sumbu putar), maka seolah-olah bumi itu berputar berlawanan arah jarum jam (kalo yang ini kebayang to?!). Artinya, berotasinya bumi itu khan beraturan, enggak acak-acakan to (?!)… tapi okeey… that’s their opinion.
  4. hhmmm… trus apa lagi ya… yang ini aku kurang begitu paham, jadi katanya kalo bumi bulat, kenapa enggak ada satu orangpun bisa terbang melewati kutup selatan (hhhmmmm… ). Okey, I have no idea for that by my own (dimensi ini areanya mekanika benda langit).

Benarkah bentuk bumi itu datar?

flatearth.w190.h190.2x

Well, atau jangan2 bentuknya malah donat ?… hehehehhe

Mari kita berandai-andai, apa jadinya jika bumi itu datar? Aku coba buat menguraikan semampu ilmu yang aku peroleh dan pelajari pastinya aku yakini kebenarannya. Opiniku antara lain: (1) geometri noneuclides bakalan gugur, akibatnya trigonometri bola gak akan dipelajari– implikasinya astronomi bola (asbol) juga gak akan berkembang– sehingga berdampak takor (tata koordinat) benda langit enggak akan established, yeiiaaa… hahahaha…(maafkan saya Pak Cecep). Geometri yang berlaku (mungkin) hanya geometri euclid (geometri bidang datar), jadi belajar trigonometri cukup sampai paham cosamitandesa, paling maksimal hanya sampai aturan sin dan cos… hhhmm… atau bisa jadi enggak akan kepake kedua aturan itu. Karena enggak terlalu relevan buat ngejelasin fenomena alam bilamana bumi itu datar loooh; (2) enggak akan pernah muncul tuuuh… konstanta gravitasi G = 6,67 x 10−11 kg−1 m3 s−2  atau  kalopun muncul suatu bilangan besarannya akan lain, dan pasti akan ada cara lain untuk menentukan kelajuan lepas (kecepatan yang dibutuhkan suatu benda agar dapat terlontar atau terlepas dari pengaruh gravitasi bumi saat ini– maksudnya, kalo ada benda yang pengen keluar dari orbit bumi kira-kira kudu beregerak dengan kecepatan berapa(?)); (3) Selama berabad-abad para ahli fisika menyusun teori tentang cara kerja alam, mulai dari atom hingga gravitasi (mungkin) hasilnya akan jauh berbeda dengan yang kita pelajari atau ketahui saat ini pada umumnya; (4) mungkinkah teka-teki 137 akan terjawab (?) hahahahaha…. who knows, scientific was born caused by crazy think; (5) Tetapi untuk Paul Dirac yang udah menghitung nilai perbandingan tetapan alam dan takjub dengan konfigurasinya yang ganjil sebaiknya dikemanakan ya (?) mungkin posisi Dirac akan sama dengan Samuel Birley (orang yang udah nyetusin teori tentang The Flat Earth  (TFE) versi wikipedia). Aih, rasanya rada enggak masuk akal jika Dirac menjadi terhakimi di antara kelompok mayoritas  TFE; (6) Kalo di sphere astronomy (yeaah.. astronomy yang diyakini kebayakan orang saat ini), fisika hanya butuh 6 parameter untuk mendefinisikan alam semesta, Nah.. kalo zetetic astronomy butuh enggak ya ?.

Mirip Alien jenis Nordics yaaaa.... #Oops Sory, anywey you are good looking kok.. sumber googling ajah

Mirip Alien jenis Nordics yaaaa…. #Oops Sory, anywey you are good looking kok.. sumber googling ajah

Saat ini, fakta bahwa semakin banyak orang yang percaya bahwa bumi itu datar mulai dari orang biasa (macam kawanku itu…), artis (misal penyanyi rab B.o.B), ilmuwan, hingga seorang teroris loooo… satu respon WOW!!!.. sumber: klik. Mulai dari yang biasa-biasa aja hingga super fanatik. Ada 200 video yang mendukung teori tentang bumi itu datar. Ternyata pengunggah video di you tube itu bernama Eric Dubay. Aku penasaran sama orang ini, awalnya hampir enggak yakin, ini Eric yang dimaksud bukan? wuuih.. masih muda dan gahowl.

Tentu saja butuh perjuangan dan kesabaran bagi para flat earther untuk membuktikan teorinya agar diterima secara umum. Artinya sejarah terulang lagi, sebuah revolusi sains yang akan mengubah tatanan yang telah berlaku saat ini.  Aku kutip dari blognya flat earth society: “We are patient because we  know that the truth will ultimately be realised. Again, from Rowbotham’s  preface to Zetetic Astronomy: Earth Not a Globe”.

Haih… sebetulnya masih banyak PR untuk menjawab teka-teki dalam mengurai hukum-hukum alam pada konsep celestial sphere. Lhaaa… ini kok udah pindah rumah ke zetetic. Hahahahaha… mungkin seperti sedang memperdebatkan antara eksistensi tuhan dan dewa-dewi.

Kita (manusia) tidak akan pernah tahu dan mengerti bagaimana cara Dia menggerakan pena-Nya untuk menuliskan semua ketentuan dan keteraturan ini. Setidaknya aku sepakat dengan statement dari kawanku itu, bahwa: “Ilmu pengetahuan akan kering bila tanpa kehadiran Tuhan di dalamnya”. Di manapun kita tinggal diatas bumi (nama yang kita sepakati bersama dari aliran pemahaman apapun) kisah ini jadikanlah sebuah dongeng, karena yang terpenting bukan apa kesimpulannya, namun bagaimana cara kamu menunjukkan apa yang kamu nyakini itu benar dengan cara yang santun.

Salam dari Penjelajah di atas Bumi yang damai dan menyukai sebuah dongeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation