Ada Curug di Carita-Anyer…

Caution: Tulisan ini hanya mengandalkan hasil pengamatan (minim dokumentasi) dan tanpa ada investigasi kepada narasumber yang terkait. Sehingga bagi para penyasar yang kebetulan nyasar ke alamat ini, diharapkan dengan (sangat) untuk mengCross dan mengRicek ke sumber yang lebih autentik… hehehehehe…

IMG-20160822-WA0000_resized

Pose di depan Curug Gendang. Doc.kawan

Well, apa kabar wahai para penyasar(?). Judul postingan kali ini seolah-olah kenggumunanku bahwa ternyata di Anyer ada curugnya. Curug atau air terjun yang ada di Anyer terbentuk secara alamiah (sepertinya) akibat dari penyempitan dan erosi pada lapisan tanah yang keras, sehingga lapisan tanah yang keras akan mengalami resistensi kemudian erosi terjadi dan bergerak perlahan membentuk jalur air yang biasa kita sebut dengan sungai. Nah, akibat dari erosi tersebut kecepatan air di tepi sungai bergerak bersama-sama dengan berbagai materi yang dibawanya dari palung sungai pun meningkat. Disamping itu, aliran air sungai tersebut juga membentuk pusaran air yang menyebabkan kapasitas erosinya semakin besar. Hal tersebut berlangsung secara terus-menerus dalam hitungan puluhan hingga ratusan tahun (kalo untuk kasus Curug yang ada di anyer…. hhhmmmm, kira-kira …. unpredictable, Lhaaa.. wong cuma liat-liat koook, gak da riset apa-apa ^_^). Lalu, tanah yang telah tergerus erosi itu akan membentuk ngarai atau jurang pada tempat-tempat tertentu, kemudian terjadilah AIR TERJUN… atau CURUG… tatatatatatata….Tapi memang aku huuueeeraaan… Oh, ternyata di Anyer ada curugnya!

Pada kesempatan akhir minggu di minggu ketiga bulan Agustus 2016 lalu, penjelajah jalan-jalan ke Taman Hutan Raya Banten, lokasinya ada di Jalan Raya Labuan-Anyer. Kira-kira 30 menitan dari Hotel Mambruk (kalo hotel ini, setidaknya 90% orang pada tahulaaa…). Kami bersembilan yang sebelumnya baru saja menyelesaikan ekspedisi jelajah tiga pulau, sayangnya hanya dua pulau yang tereksplorasi. Tim ini sebelumnya berjumlah 22 orang (kisah tentang eksplorasi pulau di postingan yang terpisah), di leaderin oleh Om Aang. Sebenernya Om Aang bukan tour leader tapi selama eksplorasi ini yang sudah melayani kami, jadi yeaaah… bisa dianggap tour leader tapi bukan tour leader. Halah… haposeeeeh!!!. Oke, kali ini aku hanya bakalan mengisahkan cerita dari kami bersembilan yaa…untuk mempermudah dalam penyembutan, maka tim sembilan aku beri nama G-9 (baca: jinain) dengan ketua Om Aang. Dikisahkan, anggota G-9 ini telah dikumpulkan oleh sang ketua, masing-masing dari kami tak saling kenal tapi saling terkoneksi (hanjuuuk… pada bingung to…). Gini kongkritnya, pokoke kita kenal on the spot dah!. Sebelum dilanjutkan, aku perkenalkan anggota G-9, yaitu: Om Aang (tour leader yang bukan tour leader- orangnya baik banget, perhatian, dan gak akan nyesel kalo minta bantuan ke Om Aang buat ngeguide eksplorasi Anyer-Carita); Mase (kawan satu kos yang kenalnya cuma kalo pas jalan hahaha…); Om Andi (juga kawan satu kos, kenalnya kalo pinjem kunci mobil….); Fiona (kawan satu kos pertama yang besok minggu janjian mo jogging); Hani (banyak cerita— you know me and i know you a little bit Hanshe so brave- temen ngobrol selama nungguin yang laen pada maen air); Rita (kawan dari G-9 yang aku simpen nomor teleponnya pertama kali); Novi (miss pinky… banjunya yang kuingat pink); dan Pak Hafiz (tigaperempatair … it’s kind of his standard for his coffee, I thought that he loves fractions, hmm .. mungkin). Wellhere we gooooo…………………. TAHURA!

20160821_093623_resized

Sempet ambil foto ini sebelum masuk ke dalam Tahura. Doc.pribadi

TAHURA– Apa sih Tahura itu?.. ada yang bilang kalo Tahura itu artinya Putri. Aku gak tahu ini sebuah produk dari kebetulan atau bukan, yang jelas Tahura itu akronim dari Taman Hutan Raya (kalo gak percaya, tuuuh… foto disamping adalah bukti kongkrit dari Tahura). Lalu, apa hubungannya antara Tahura dengan curug ?. Di dalam Tahura ada 2 curug yang yeeaah… sepertinya cukup terkenal, namun yang paling terkenal adalah Curug Putri.

Anggota G-9 sangat semangat pagi ini untuk trekking ke curug, kedua curug yang ada adalah curug Gendang berjarak 4 km dan Curug Putri berjarak 5 km, dari pintu gerbang Tahura. Trekking menuju curug sudah tertata rapi bercor, bahkan mobil bisa masuk hingga masuk jauh ke dalam hutan (sebetulnya sayang banget, kenapa siih… mereka tidak trekking saja). Namun, setelah direnungkan… dan di observasi secara sepintas, di bawah tidak ada area untuk parkir sih. Kalopun harus parkir (mungkin) di sebrangnya rada jauh dikit (enggak pasti namanya apa, tapi menurut Om Aang, itu kawasan Matahari– tapi aku rasa bukan). Yaaaa… kalo begitu naek angkot dooonk.. sama seperti G-9, turun di depan pintu gerbang lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Eh… Oops, G-9 pas arah balik, juga naek angkot dari pos 2 (soorrry…. !).

Sepanjang perjalanan menuju Tahura, banyak ditemukan pohon Mahoni. Pohon ini besaaaar sekali, kalo bokken  (bokken itu pedang kayu, bentuknya mirip samurai) nie.. yaaa… bokken dari kayu mahoni harganya jadi mahal buuuaaangeeeet… (hick… suatu hari aku pasti kan membelimu). Hanya Mahoni yang aku tahu, soalnya ada tulisannya.. (sepertinya sudah diklasifikasin deeeh.. tapi kok cuma mahoni saja yaaa…). Semakin masuk ke dalam hutan, variasinya lebih banyak, ada pohon duren (sayang lagi enggak ada buahnya); pohon Jengkol (aku sungguh penasaran dengan si Jengkol kalo pas masih di pohon). Tanaman perdunya juga tidak terlalu bervariasi (yang aku sering temui hanya selaginella dan pohpohan (jenis pilea), dan yeaaah.. pakis lah yaaa…).

IMG_8354

Mejeng dulu sebelum trekking. Doc.kawan

Ohya, ada yang menarik pas kita masuk dari pintu gerbang, enggak jauh dari gapura sebelah kanan ada rumah (sejenis pos) yang sudah tidak berfungsi. Ada tulisan “Dilarang berburu Pokemon”, hayooo opo rek….!. Rupanya game besutan John Hanke ini merambah hingga Tahura. Wow!.. Siapa yang gak kenal sama John Hanke (?), began his journey to make Pokémon Go a reality when he created and sold his first online game in 1996 before starting a mapping company that would change the way people navigate with GPS forever. Konon kabarnya, he creates one of the biggest mobile game phenomenons of 2016. Tapi, lagi-lagi konon… pamornya udah turun sama game yang laen (eh… kita enggak sedang ngobrolin tentang game to?). Kita ambil positifnya saja, kebiasaan orang ntu.. kalo lagi nyari pokemon (enggak cuma nyari siiih…. kalo lagi asyik sama gadget nya, kepala pasti nunduk tuuuh… nah, jadi enggak fokus ke jalanan to (?!), kalo lagi sial, bisa kesandung lalu jatuh. Sebetulnya jalan biasa pun bisa kesandung, namun peluang untuk kesandung jadi lebih besar kalo pas jalan tuuuh sambil mainan HP. Tapi, tadi siang aku baca headLine di tabloid PULSA, kalo sekarang beli HP (merek tertentu) mo maen Pokemon go, enggak perlu jalan-jalan lagi. Otomatis maen, gak tahu jugaaaa… aplikasi ini siapa yang  ngembangin. Kalo sukses, sepertinya, menodai tujuan awal kenapa game ini dibuat deeeh… Eh, entahlaaaaah….!.

IMG_8357

Sebagai jalur evakuasi kalo ada Tsunami. Doc.kawan

Oke, kembali ke Tahura.
Setelah melewati Pos 2, maka jalanan bercor berakhir pula. Jalanan yang dilewati berupa jalanan setapak dengan pemandangan yang menurutku kurang begitu menyenangkan. Kanan kiri terlihat tanah longsor– jamiin dah, akibat dari pembalakan liar. Aku sedih melihatnya…

Ohya, hingga Pos 2 kita dikenai biaya retribusi-1 Rp5.000 (tanpa biaya parkir kendaraan- untuk motor retribusi-1 Rp15.000, untuk mobil enggak tahu… pas enggak ada moment buat nyuri-nyuri denger). trus retribusi-2 Rp15.000. Retribusi ini non tiketing yaaa… katanya buat biaya perawatan dan “asuransi”, tapi kalo bisa.. yaaa hati-hati laaah… pas maen air di air terjun.

Retribusi -1 hanya berlaku sampai curug Gendang, jika ingin melanjutkan hingga curug Putri perlu nambah Retribusi-2. G-9 hanya bermain sampai Curug Gendang saja. Soalnya, pas kita akan masuk ke Curug Putri yang kata Om Aang so-so, trus Pak Hafiz bilang kalo so-so, mendingan enggak usah jadi aja. Dengan ngeliat kondisi air dan sekitarnya, sepertinya tidak akan menarik, begitulaaah…. tapi tetep penasaran, kenapa kalo ke Curug Putri harus basah-basahan (?).

IMG-20160822-WA0011_resized

Curug Gendang. Doc.kawan

Setelah diskusi dan diambil kesepakatan akhirnya G-9 memutuskan untuk balik lagi ke Curug Gendang dan mandi ajah di sana…. Okey, penjelajah enggak turun ke sungai, jadi tidak dapat menceritakan bagaimana keadaan sekitar curug Gendang. Tapi sepertinya cukup aman untuk bermain air, karena tekanan air terjunnya tidak begitu besar sehingga arus aliran air tidak begitu deras. Paling ketinggian air terjun (estimasi) sekitar 3 s.d 4 meteran, aku coba estimated dari atas. Ohya, di lokasi curug jangan khawatir kelaparan yaaa… banyak warung kok yang menjajakan aneka maca rupa mie, kopi dan camilan. Lumayanlah… buat ganjal perut sehabis berenang.

Okey… masih tetep penasaran dengan curug Putri, akhirnya aku browsing dan menukan klik ini. Hhhhmmm…. speertinya akan menyenangkan. Aktivitas seperti ini mirip yang ada di Gunung Kidul. Patut untuk dicobakah (?). (mungkin) lain kali.

Hoooaaaam…. ngantuk sudah. Pengalaman ke Curug Tahura bersama kawan baru, G-9 sungguh menyenangkan.

IMG-20160822-WA0032_resized

Salam damai dari G-9

~Damai Ibu Pertiwi untuk Indonesia. Mari kita jaga hutan kita!~

2 Thoughts on “Ada Curug di Carita-Anyer…

  1. Mbak Ika
    Terimakasih untuk ceritanya. Aku harus belajar “bercerita” dari Mbak Ika nih hehehe (ini serius).
    Senang bertemu dan bercerita dengan Mbak Ika.
    Sampai jumpa di lain waktu

Leave a Reply to alrescha Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation